Berita Terkini Sat 17 Mar 2012, 23:19:21: Pariwisata Ternate Andalkan Peninggalan Sejarah

Berita - Cerita Rakyat

Sasando Diusul Jadi Warisan Dunia

Posted By: Admin Last Update by:Sat 18 Feb 2012, 12:06:50

Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus berupaya agar kekayaan bangsa berupa cagar alam dan kebudayaan di Indonesia bisa diakui Unesco sebagai warisan dunia (World Heritage). 

 
Dan tahun 2012 nanti, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan melakukan kajian untuk mengusulkan Sasando, 
 
alat musik tradisional asal Pulau Rote, NTT ke Unesco untuk ditetapkan sebagai warisan budaya dunia kategori Karya Budaya Takbenda (Intangible Heritage) buatan manusia.
 
"Tahun depan tim dari Kemenparekraf akan melakukan kajian terhadap alat musik tradisional Sasando untuk diusulkan menjadi warisan budaya dunia takbenda," ungkap Asisten Deputi (Asdep) Kebudayaan,
 
Deputi V (Bidang Olahraga dan Budaya), Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kemenkokesra), Suyut Winarno dalam pertemuan bersama Wakil Gubernur NTT, Esthon L. Foenay di Gedung Kemenkokesra, Senin (12/12).
 
Suyut mengatakan, terkait dengan rencana tersebut, Pemerintah NTT diharapkan dapat mendukung rencana ini, tertama terhadap dukungan dari para komunitas budaya Sasando serta berbagai literatur/pustaka yang mengulas tentang Sasando. 
 
"Dukungan ini penting, karena itu perlu dukungan pemerintah daerah dan komunitas budaya setempat agar ketika tim kajian butuh tidak sulit mencarinya lagi," kata Suyut.
 
Menurut Suyut, proses kajian akan dilakukan pada tahun 2012, sedangkan penentuannya dilakukan tahun 2013.
 
Jika disetujui dan ditetapkan Unesco, lanjut Suyut, maka warisan dunia yang diakui Unesco dari NTT bakal ada dua, selain Taman Nasional Komodo (TNK) yang sudah ditetapkan Unesco pada tahun 1991.
 
Wagub NTT, Esthon L. Foenay menyambut positif rencana tersebut.
 
Esthon mengatakan, pemerintah akan mendukung kerja tim kajian sehingga Sasando juga bisa diakui sebagai Warisan Budaya Dunia. 
 
"Kita bertekad untuk menjadikan NTT sebagai destinasi dunia, karena itu, apapun yang positif untuk pembangunan di NTT, khususnya pembangunan pariwisata, kita akan mendukung penuh," kata Esthon.
 
Menurut Esthon, TNK saat ini tidak hanya menjadi Warisan Dunia, namun juga menjadi tujuh keajaiban dunia kategori alam, dengan demikian, Sasando pun akan didukung untuk mendapatkan pengakuan Unesco sebagai warisan budaya dunia.
 
Sebagaimana dikutip dari laman http://alamendah.wordpress.com, di dunia saat ini tercatat 911 situs yang diakui sebagai warisan dunia. 
 
Dari seluruh situs tersebut, 11 diantaranya dimiliki Indonesia.
 
Kesebelas warisan dunia (World Heritage) yang terdapat di Indonesia sebanyak empat di antaranya berupa alam (natural site), tiga cagar budaya (cultural site), dan empat karya budaya takbenda (Intangible Heritage).
 
Warisan dunia berupa alam di Indonesia terdiri dari Taman Nasional Ujung Kulon (1991), Taman Nasional Komodo (1991), Taman Margasatwa Lorentz (1999), dan Hutan Tropis Sumatera yang meliputi Taman Nasional Gunung Leuser, Kerinci Seblat, dan Bukit Barisan (2004). 
 
Sedangkan untuk warisan dunia berupa cagar budaya (cultural site) terdiri dari Candi Borobudur (1991), Candi Prambanan (1991), dan situs prasejarah Sangiran (1996).
 
Selain tujuh warisan dunia alam dan cagar budaya, Indonesia memiliki empat warisan budaya dunia (The Intangible Heritage),
 
yakni Wayang (The Wayang Puppet Theatre) ditetapkan tahun 2008, Keris (The Indonesian Kris) ditetapkan tahun 2008, Batik (Indonesian Batik) ditetapkan tahun 2009, dan Angklung (Indonesia Angklung) ditetapkan tahun 2010.
 
Terpisah, Kepala Seksi Promosi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi NTT, Bonavantura Rumat mengatakan dalam rangka HUT ke-53 NTT yang jatuh pada 20 Desember 2011, Pemerintah Provinsi NTT menggelar parade sasando yang akan melibatkan puluhan pemain sasando se-NTT. 
 
Parade sasando ini rencananya berlangsung di Aula Gereja Sta. Maria Assumpta Kupang, Kamis (15/12) besok. 
 
Menurutnya, parade sasando ini selain untuk memeriahkan HUT ke-53 NTT, tapi juga sebagai wujud promosi seni dan budaya NTT.
 
Apalagi sasando akan diusulkan menjadi salah satu warisan dunia. Parade sasando ini akan diikuti puluhan pemain sasando, baik di Kota Kupang maupun dari luar Kota Kupang. 
 
Kegiatan yang terbuka untuk umum dan tanpa tiket ini akan dimulai pukul 15.00 Wita hingga malam hari. 
 
"Untuk sementara sudah belasan pemain sasando yang mendaftar, tapi kita targetkan 20 orang.
 
Selain sasando juga ada penampilan band dan tarian," kata Bona kemarin.
Dijelaskan, parade sasando ini juga sebagai upaya mendukung program Visit Flobamora Year 2013.
 
Menurutnya, sasando akan menjadi ikon musik tradisional yang menjadi daya tarik wisatawan. Oleh karena itu, melalui parade sasando ini, semakin banyak kawula muda NTT dapat melestarikan sasando. (timorexpress.com)

ARTIKEL TERKAIT












Top
  • Follows us our servcies